Fabolous Se7en TD1 B

Perbedaan membuat kami beda..

12 March, 2008

Filed under: 7 aliran desain — fabolousse7entd1 @ 5:14 pm

detail-of-art-noveau-decoration.jpgcarson-pirie-scoot.jpgcasa-battlo.jpgbureau.jpgbishops-pallace.jpgbalzarini-house.jpg

 

Beberapa karya Art Noveau

Filed under: 7 aliran desain,Art Noveau — fabolousse7entd1 @ 5:08 pm

enterace-to-gaudis.jpggaudis-cassa-battlo-at-night.jpggaudis-park.jpggaudis-sagrada.jpgglassgow-school-of-art.jpghill-house-interior.jpgisolde.jpgjosef-hoffmanss.jpgklimits-the-kiss.jpgmajoli-kahaus.jpgwallpaper-by-william-moris.jpgtiffany-vasse.jpgthree-arts.jpgtemplo-expiatorio.jpgtable-by-charles.jpgrookwood-punch-bowl.jpgrookwood-punch-bowl.jpgpark-guel.jpgmuchas-poster.jpgmorris-interior.jpgmetro-station.jpg

 

Art and Craft Movement

Filed under: 7 aliran desain,Art and craft movement — fabolousse7entd1 @ 2:12 pm

ART AND CRAFT MOVEMENT

 

Gerakan seni dan kriya atau lebih dikenal dalam bahasa Inggris sebagai art and craft movement adalah suatu gerakan pada akhir masa revolusi industri yang mementingkan komitmen kerja dan keindahan. Penganutnya menolak estetika yang dihasilkan oleh produksi secara massal, yang dianggap sebagai penyebab utama hilangnya keindahan individual.Pada gerakan ini, mesin dianggap menghantui seni dari pertukangan ( industri ) karena barang yang dikerjakan mesin sudah menjadi standarisasi sendiri. Gerakan ini ingin menjadikan seni sebagai bagian dari komunitas dan seniman seharusnya juga seorang perajin kriya.

Art and craft movement memberikan kesan kembali ke periode gothic, roccoco, dan renaisans. Salah satu ciri utamanya adalah karya seni dibuat secara individu oleh seniman dengan sentuhan artistik yang khas. Setiap karya digarap dengan serius dan teliti.

Tokohnya antara lain :

  • William Morris
  • Owen Jones
  • Gustav Sticley
  • Aubrey Breadsley
  • Arthur Mc. Murdo
  • Adolf Loos
  • Michael Tonet
  • William Butterfield
  • Augustus Welby Northmore Pugin
  • dll

Secara garis besar, art and craft movement terbagi atas dua aliran besar, yaitu:

  1. Rasionaliasi desain oleh kalangan modernis-formalis
  2. Stilasi desain oleh kalangan stylish, yang kemudian melahirkan Art Nouveau

Kewujudan Pergerakan Arts and Crafts di Inggris

Perkembangan seni yang berjiwa industri telah mendapat reaksi negatif di Inggris. Para cendikiawan seperti John Ruskin (1819-1900) dan William Morris (1834-1896) yang menulis pada akhir abad ke-19 dan mengecam produk-produk seni industri yang dianggapnya tidak memiliki nilai kemanusiaan. Walaupun industri – industri dapat menyediakan berbagai produk secara banyak dan cepat, mereka berpendapat bahwa nilai kapitalis yang hanya mementingkan fungsi kegunaan semata-mata dan hiasan yang sewenang-wenang untuk komersil semata telah menjatuhkan derajat seni dan nilai produk tersebut. Selain mengkritik penghasilan produk seni yang tidak berkualitas dan mengabaikan unsur-unsur identitas nasional, mereka juga turut mengecam hasil seni yang diimport dari luar Inggris . Bagi Ruskin ( John Ruskin merupakan seorang pengkritik dan juga pengasas utama Pergerakan Arts and Crafts. Di dalam penulisan beliau, Ruskin percaya bahawa pereka bentuk dan pengukir di akhir zaman pertengahan lebih seronok menyiapkan hasil ekspresi yang bebas )dan Morris(William Morris merupakan pengasas Pergerakan Arts and Crafts bersama John Ruskin. Beliau yang datang dari keluarga berada serta mendapat pendidikan awal dalam bidang vokasional mendapati dirinya mempunyai banyak persamaan dengan Ruskin dari segi kerjanya, falsafah serta impian mereka ) seni terbaik diperlukan unsur atau faktor budaya, iklim, bahan dan teknologi serta kriya (craft ) yang terdapat disekitar lingkungan tersebut .

Untuk pertama kalinya dalam sejarah , para cendekiawan yang biasanya terdiri dari golongan bangsawan telah mengajak arsitek melihat dan mengambil teladan daripada pembinaan bangunan vernakular atau bangunan di daerah desa pada umumnya .Ruskin dan Morris memuji bagaimana reka bentuk rumah tersebut dihasilkan sesuai dengan budaya hidup tanpa perhiasan yang sengaja diada-adakan serta responsif terhadap fungsi ruang dalam dan cuaca. Rumah-rumah dan bangunan-bangunan vernakular ini kebanyakan terhasil dari kurun pertengahan di mana pada pandangan mereka, tukang – tukang yang membangunnya lebih berjiwa agama dan bangga dengan hasil craf serta teknologi pembuatan berasalkan dari bahan-bahan setempat.

Revolusi Art and Craft

Proses revolusi awal terhadap reka bentuk seni ini telah dilaksanakan oleh Philip Webb yang mana beliau telah mereka-bentuk ‘The Red House’ untuk William Morris yang mencerminkan falsafah Pergerakan Arts and Crafts. Bangunan ini tidak simetri dan bentuk luarnya merupakan hasil dari perancangan fungsi interirnya. Reka bentuk lantai tersebut berasaskan kepada falsafah ‘form follows function’ dan bahan pembuatan utamanya terdiri daripada batu-bata serta disusun mengikut kaedah seni bina vernakular. Tingkap, gerbang pintu, atap, menara dan elemen seni lainnya tidak sedikitpun ditiru dari sudut proporsi atau gubahannya dari seni bina import. Ruskin dan Morris berpendapat bahwa hanya rumah yang dikrafkan dengan teliti yang dapat menimbulkan suasana kemanusiaan yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan . Walaupun banyak tokoh dari pergerakan ini dikecam oleh para modernis,pergerakan mereka ternyata berdampak pada pergerakan ‘post-modenis’ yang lahir beberapa dekade selepas itu turut memperjuangkan falsafah bangunan berkraf.Prinsip yang dilaksanakan dalam pembuatan Red House telah memberikan inspirasi serta contoh yang sangat berguna kepada pereka bentuk dan arsitek dalam Pergerakan Arts and Crafts dalam waktu setengah abad selapas itu. Walaupun berbagai ekspresi reka bentuk serta prinsip-prinsip baru yang dihasilkan oleh arsitek serta pereka bentuk lain, namun prinsip asas yang diketengahkan dalam konsep mereka bentuk Red House masih terus digunakan oleh mereka. Selain daripada itu, hasil penulisan daripada Augustus Welby Northmore Pugin (A.W.N Pugin merupakan seorang pakar teori dan praktis. Penghasilan buku Contrast oleh beliau merupakan detik awal kepada kelahiran Pergerakan Arts and Crafts. Di dalam penulisan tersebut, Pugin menolak penggunaan gaya rupa seni bina klasik dari zaman awal Victoria ke dalam rupa bentuk seni rupa di zaman Madieval Gothik kerana menurut beliau hal tersebut bukan saja tidak melambangkan semangat dijaman itu tetapi juga akan menggugat susunan, pengaturan dan kestabilan keimanan Kristiani.John Ruskin dan William Morris terus menjadi panduan yang berguna kepada arsitek dan pereka bentuk yang bernaung di bawah payung Pergerakan Arts and Crafts di dalam melakukan proses pembaharuan mereka bentuk mereka. Sebagai contoh, tiga prinsip utama yang diutarakan oleh Pugin yaitu kejujuran dalam penggunaan struktur, reka bentuk yang asli serta penggunaan bahan binaan tempatan terus dipraktekkan oleh askitek dari pergerakan tersebut melalui penampilan reka bentuk bangunan yang mereka hasilkan. William Butterfield (1814-1900) misalnya, telah menghasilkan reka bentuk bangunan gereja serta kediaman dengan menonjolkan elemen seni berunsurkan Gothik melalui kesan imiginasi dari karektor semula. Jadi bahan, warna serta unsur-unsur praktikal yang dikaitkan dengan peranan bangunan tersebut. Norman Shaw (1831-1921) telah mengetengahkan suatu falsafah baru yaitu kebebasan visual dalam seni Victoria di Inggris. Apa yang dilakukan oleh beliau ialah menukar persepsi arsitek atau pereka bentuk sebelum itu yang menganggap bahwa pereka bentuk ‘country-house’ perlu mempunyai unsur-unsur revivalisme dengan memperkenalkan tatabahasa gaya rupa eklektik melalui penggabungan bahan pembuatan yang berbeda seperti reka bentuk fasad yang terdiri daripada separuh kayu atau ubin dan digabungkan dengan penggunaan batu-bata atau batu-buatan setempat. Penggunaan bahan binaan yang berlainan tersebut kemudiannya dipadankan pula dengan penggunaan tingkap tinggi yang berbentuk grid. Shaw juga begitu meminati ekspresi ketinggian di dalam bangunan yang mana pada kebanyakan reka bentuk ‘country house’ yang beliau hasilkan mempunyai elemen corong asap yang tinggi dan besar di bagian atap rumah tersebut.

Pembaharuan dalam kaedah reka bentuk dan suasana kerja yang dicanangkan oleh Pergerakan Arts and Crafts tidak bermakna bahwa mereka telah menghapuskan warisan seni bina tradisi yang miliki sejak zaman-berzaman. Bagi pelopor pergerakan tersebut, kewujudann seni bina tradisi adalah penting dalam memastikan kesinambungan budaya bangsa mereka selain dapat dijadikan suatu ukuran ke arah pembentukan ideologi seni bina baru yang lebih baik mengikut kesesuaian sesuatu zaman. Justru pada tahun 1877, Society For The Protection of Ancient Building (SPAB) telah ditubuhkan oleh William Morris . Ianya menjadi pusat pertemuan para artis, pencinta keindahan, ahli sejarah dan arsitek yang mempunyai minat yang tinggi di dalam proses pemeliharaan dan pemulihan warisan seni ini. Pada tahun 1880-an SPAB semakin dikenali sebagai sebuah pertubuhan ‘anti pengikisan’ yang memainkan peranan penting terhadap proses pemuliharaan warisan seni ini serta menyedarkan masyarakat mengenai betapa pentingnya proses pemuliharaan warisan seni ini dilaksanakan.

Revolusi Terhadap Reka Bentuk Produk Perindustrian

Selain melakukan revolusi tersebut, ahli-ahli di bawah naungan Pergerakan Arts and Crafts juga turut melakukan revolusi terhadap reka bentuk produk perindustrian. Sebagai contoh, firma Morris, Marshall, Faulkner & Co dirikan pada tahun 1861 adalah khusus untuk menghasilkan seni halus, lukisan cat, ukiran, reka bentuk perabot dan kerja besi. Matlamat utama penubuhan firma tersebut ialah untuk menghasilkan keharmonian kerja dari berbagai sudut kepakaran yang dimiliki oleh beberapa individu. Antara motif yang digunakan dalam hasil kerja firma tersebut ialah berdasarkan alam ciptaan Tuhan seperti rupa bentuk burung dan tumbuh-tumbuhan. Menjelang tahun 1860-an dan 1870-an, Morris telah menggunakan firma luar untuk mencetak reka bentuk tekstil dari firmanya dan pada masa yang sama turut membekalkan reka bentuk kepada firma atau institusi lain.Walaupun pendekatan Pergerakan Arts and Crafts begitu mementingkan penggunaan teknologi dan bahan tempatan dalam penghasilan produknya, namun satu perkembangan yang menarik telah berlaku dalam usaha mereka untuk memajukan teknologi reka bentuk dan pembuatan produk dengan mengambil contoh teknologi dari berbagai negara. Ada satu pendapat yang menyatakan bahawa pereka bentuk Pergerakan Arts and Crafts telah mengkaji kahalusan seni melampaui sempadan Inggris dan mengambil pengajaran daripada kemajuan serta kehalusan teknik pembuatan craf tangan dari India, Jepun dan Parsi. Di dalam bidang percetakan, mereka berpendapat bahwa tidak seharusnya nya semua teknik percetakan belajar dari teknologi yang terdapat di Inggris saja karena terdapat setengah negara yang mempunyai teknik percetakan yang lebih maju pada waktu tersebut. Syarikat percetakan Kelmscott Press milik Morris misalnya, telah mengambil contoh kerja-kerja percetakan sejarah oleh Perancis dan Jerman dalam reka bentuk kulit buku yang dihasilkan. Ahli Pergerakan Arts and Crafts juga turut belajar sesuatu daripada kegemilangan zaman Rennaisance Awal di Itali yang merangkum strategi menarik perhatian umum terhadap seni, pemikiran romantik yang diamalkan pada waktu itu, keaslian, teknologi warna bersinar dan eksperimen dalam teknik lukisan dan craft. Dari penelitian yang dilakukan juga, di dapati bahwa tindakan ahli Pergerakan Arts and Crafts mempelajari teknik baru dari negara luar telah menghasilkan berbagai pendekatan dalam penghasilan sesuatu produk selain daripada kualitas yang lebih baik darisebelumnya.

Ideologi Awal yang Membawa kepada Kelahiran Pergerakan Arts and Crafts

di Inggris

Pergerakan Arts and Crafts diasaskan oleh pakar teori, arsitek dan pereka bentuk di zaman Victoria, Inggris pada pertengahan abad ke-19. Tujuan penumbuhannya ialah untuk menyediakan suatu kod alternatif bagi menangani kerakusan sektor industri di negara tersebut dan membentuk suasana harmoni dalam penghasilan produk. Selain daripada itu, pemimpin pergerakan tersebut juga menekankan unsur-unsur individualisme dalam penghasilan produk, penghasilan produk dengan menggunakan tangan berbanding dengan penggunaan mesin seperti sebelumnya dan menilai semua penggunaan bahan dalam reka bentuk yang dihasilkan. Bibit kelahiran Pergerakan Arts and Crafts di Inggris sebenarnya bermula pada saatAugustus Welby Northmore Pugin (1812 – 1852) telah menghasilkan penulisan yang menolak penggunaan gaya rupa seni klasik dari zaman awal Victoria ke dalam rupa bentuk seni di zaman Madieval Gothik. Peniruan pada gaya tersebut menurut Pugin, bukan saja akan memberikan kesan yang kurang baik kepada gaya rupa seni itu sendiri karena ia tidak melambangkan semangat zaman tetapi juga akan menggugat susun atur dan kestabilan keimanan Kristian. Dalam usaha mencapai cita rasa yang ideal pada masa tersebut, Pugin mencadangkan agar mereka menoleh semula ke zaman pra-industri di Inggris. Untuk pertama kalinya beliau menyatakan bahwa keindahan seni tergantung kepada kekuatan reka bentuk dan fungsinya. Menurut Pugin lagi, reka bentuk tidak simetri dalam seni Gothik yang dihasilkan pada zaman pertengahan dilihat lebih responsif terhadap keperluan penggunanya berbanding dengan kelemahan yang dipaparkan di dalam reka bentuk simetri dari gayarupa Neo-klasikal pada kebanyakan bangunan pada ketika itu. Pandangan Pugin tersebut turut dipersetujui oleh John Ruskin yaitu seorang pengkritik yang juga merupakan pengasas utama Pergerakan Arts and Crafts. Sokongan yang diberikan oleh Ruskin tersebut juga turut dinyatakan dalam penulisan esai yang beliau hasilkan. Salah sebuah penerbitan Pugin yang bertajuk ‘ The True Principles of Pointed Christian Architecture’ yang dihasilkan pada tahun 1841, telah menyediakan asas moral dan estetika terhadap Pergerakan Art and Craft menjelang separuh abad ke-19.

Pembentukan Kumpulan Kerja (Guild ) Sebagai Penunjang Perlaksanaan Aktivitas Dan Perkembangan Pergerakan Arts and Crafts

Pergerakan Arts and Crafts sebenarnya bukanlah berbentuk sebuah institusi tetapi merupakan suatu bentuk faham yang dijayakan oleh beberapa orang individu, firma serta organisasi yang mempunyai kepercayaan dan matlamat yang sama. Perlaksanaan operasi pergerakan tersebut juga dianut oleh kumpulan kerja atau Guild yang menjadikan falsafah John Ruskin dan William Morris sebagai landasan perjuangan mereka. Walaupun sebagai pengasas Pergerakan Arts and Crafts, Ruskin dan Morris sebenarnya tidak pernah berada di bawah sebuah Guild yang sama dalam memperjuangkan ideologi pergerakan tersebut. Setelah melihat kejayaan yang begitu baik hasil kerjasama antara individu dalam proses reka bentuk dan pembinaan Red House miliknya, Morris telah melangkah lebih jauh dengan mengembangkan potensi kerjasama yang telah terjalin antara artis, pereka bentuk dan pelukis kepada pihak komersil yang lebih berdaya maju yang mana pada tahun 1861, firma Morris, Marshall, Faulkner & Co didirikan. Jika Morris mengambil satu pendekatan komersil dalam memperjuangkan falsafah Arts and Crafts, Ruskin pula mengambil pendekatan yang lebih konservatif dan ia kelihatan lebih mencerminkan matlamat sebenar pergerakan tersebut dengan menyerukan kepada kesederhanaan serta persaudaraan berdasarkan prinsip fahaman sosialis. Sebagai tanda penolakan kepada kepesatan sektor perindustrian, Ruskin telah mendirikan kumpulan kerjanya sendiri yaitu Guild of St George dimana beliau sendiri bertindak sebagai Master pada tahun 1871. Ahli kumpulan tersebut hidup dan bekerja berdasarkan prinsip moral dan kepercayaan Ruskin serta bersama-sama menyumbang dana keuangan kepada pergerakan tersebut. Sebagai balasannya mereka akan menerima bayaran yang sama rata dari keuntungan penjualan produk yang dihasilkan di samping mendapat keseronokan dalam suasana kerja yang sehat dan hidup sebagai suatu komunitas. Walaupun pendekatan yang dilakukan oleh Ruskin tersebut mendapat respon yang minimal tetapi modul yang telah mereka laksanakan menjadi inspirasi kepada institusi lain yang didirikan setelah itu. Inisiatif Ruskin mendirikan kumpulan tersebut, telah memberikan kesan yang sangat besar terhadap perkembangan Pergerakan Arts and Crafts di Inggris menjelang akhir abad ke-19 dimana beberapa kumpulan kerja yang hampir serupa dengan

Guild Of St George telah didirikan setelah itu. Muncul pula Century Guild yang telah mengumpulkan beberapa orang artis di bawah satu atap, didirikan pada tahun 1882 oleh A.H. Macmurdo(1851-1942).A.H Macmurdo merupakan seorang akitek yang berpendirian bebas mengenai politik. Walaupun kebanyakan tokoh dalam Pergerakan Arts and Crafts berpegang kuat kepada prinsip sosialis, namun Macmurdo mempunyai pandangan sebaliknya mengenai isu tersebut dengan mengamalkan sikap yang lebih fleksibel dalam perjuangan serta projek reka bentuk yang dikendalikannya.Kelompok tersebut juga turut dianggotai oleh John Ruskin sendiri, Carlyle dan Herbert Spencer. Matlamat utama pendirian Century Guild ialah untuk meningkatkan kualitas reka bentuk dan penghasilan produk bukan hanya untuk kurub waktu tersebut saja tetapi juga meliputi keseluruhan abad ke-19. Prinsip utama dalam perjuangan Century Guild ialah profesionalisme dan persaudaraan yang mana ahlinya terdiri dari profesional yang berbeda seperti ahli ilmu keindahan atau sastra seni, bernanung antara satu sama lain tanpa memikirkan latar belakang dan keahlian yang berbeda. Penghasilan produk oleh Century Guild seperti tekstil, perabot dan kerja besi telah meninggalkan reka bentuk simetri mekanikal dan hiasan Victoria yang berat, sebaliknya mereka muncul dengan reka bentuk baru yang lebih ringan dan menggunakan pengimbas bentuk yang berirama untuk menggambarkan keagungan organik dalam pembesaran semula.Faham Ruskin menggalakkan individualisme dan kepentingan perlaksanaan secara berhati-hati dalam penghasilan produk setiap hari telah mengambil contoh syarikat milik Morris yang menyatukan reka bentuk dan pertukangan dalam skala yang besar. Dorongan yang sedemikian telah menaikkan semangat pecinta seni dan profesional di seluruh Inggris khususnya di London untuk terus bersatu dan bekerjasama dalam memartabatkan hasil seni serta penghasilan produk yang berkualitas . Justru, sebuah lagi pertumbuhan seni yang dinamakan Art Work Guild (AWG) telah didirikan pada tahun 1884 untuk mengumpulkan serta mengembangkan jiwa berbakat.Dianggotai oleh arsitek yang berpikiran bebas seperti Lethaby, E.S . Prior, Ernest Newton, Mervyn Macartney dan Gerald Harsley. Mereka semua adalah murid arsitek Scotland yang berpusat di London yaitu Norman Shaw. Tujuan pendirianhan Art Work Guild yang juga dikenal sebagai kumpulan 15 (Group Fifteen) adalah khusus untuk menentang dasar yang dilaksanakan oleh Royal Academy yang enggan mempamerkan objek hiasan seni dan Royal Institute of British Architect (RIBA) yang bersikap konservatif. Cadangan RIBA untuk melaksanakan peperiksaan berbentuk teknikal sebelum seseorang itu layak bergelar arsitek misalnya, telah mendapat tentangan hebat dari guild tersebut karena mereka berpendapat dasar tersebut akan menguragi nilai seni dalam pemikiran arsitek. Perancangan kegiatan AWG bukan saja untuk meningkatkan tahap reka bentuk tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan promosi yang bertemakan kesatuan dalam semua seni estetika. Perjumpaan di kalangan ahli A.W.G berlangsung dalam bentuk forum untuk bertukar pikiran dan teori serta tidak ketinggalan juga isu-isu sosial. Perancangan kegiatan yang mantap serta mempunyai arah tujuan yang jelas oleh ahli AWG telah berhasil menarik minat arsitek di London dan pada tahun 1886, beberapa orang pereka bentuk-tukang telah menyertai perkembangan tersebut. Menjelang tahun 1890-an, AWG telah muncul sebagai pusat Pergerakan Arts and Crafts di Inggris. Pada tahun 1888 pula, sebuah pertumbuhan yang menggabungkan elemen sosialis dan komersil yang dinamakan Guild of Handicraft telah dibentuk. Di pimpin oleh seorang arsitek yaitu C.R. Ashbee141 (1863 – 1942), matlamat utama pendiriannnya ialah untuk mencapai kesederhanaan hidup di samping mengeratkan intergrasi dengan alam ciptaan Tuhan . Pada awal penumbuhannya, pusat operasi Guild of Handicraft bertempat di sebuah rumah ladang berdirikan kurun ke-18 di kota London. Walau bagaimanapun, para pemimpin tersebut merasakan bahwa suasana di London tidak memberikan kepuasan seperti yang mereka impikan. Justru, pada tahun 1902 mereka telah mengambil keputusan meninggalkan kota London dan berpindah ke Chipping Campden di Cotsworlds yang mempunyai suasana yang suram dan usang. Selepas enam tahun, komunitas yang telah dibentuk dan terdiri lebih dari 100 orang tersebut, menjalani kehidupan yang ringkas dengan berpegang kepada etika bertimbal balik terhadap kesehatan yang baik serta kesenangan dalam melakukan pekerjaan. Suasana pembelajaran dan kerja seni berlangsung dalam suasana yang demokratis serta suasana yang fleksibel serta diwaktu senggang juga dipenuhi dengan aktivitis seperti melakukan lawatan, berlakon, menyanyi bersama-sama dan sebagainya. Ashbee juga menyediakan sebuah kolam renang untuk kegunaan bersama di antara ahli Guild of Handicraft dan penduduk asal Chipping Campden (C.R Ashbee merupakan seorang yang berkebolehan sebagai pereka bentuk. Beliau mulai mendalami falsafah Arts and Crafts pada saat mengikuti kuliah yang dipimpin oleh Ruskin di Toynbee Hall pada 1886. Dua tahun kemudian yaitu pada tahun 1888, beliau telah mendirikan School of Handicrafts yang kemudiannya dikenali sebagai Guild of Handicrafts )Harapan paling besar Ashbee dengan pendirian Essex House Press tersebut ialah untuk menjadikannya sebagai sebuah pusat percetakan bermutu tinggi yang utama di Inggris di zaman itu. Selain itu, ahli Guild of Handicraft juga turut menyumbang kepada penghasilan reka bentuk dalaman seperti kemasan bilik yang dihasilkan oleh M.H. Baillie Scott untuk Grand Duke of Hesse di Darmstadt. Guild of Handicraft telah meninggalkan pengaruh yang sangat besar ke seluruh dunia seperti yang dilakukan oleh syarikat Morris. Selama lebih daripada dua dekade mereka menyediakan model kehidupan berkumpulan, perkongsian faedah dan keseronokan dalam kerja dan menjadi inspirasi ke arah perkembangan idealisme Pergerakan Arts and Crafts di kedua-dua belah lautan Atlantik.

Kaedah Penyebaran Ide Oleh Pemimpin Pergerakan Arts and Crafts

Antara faktor yang memainkan peranan yang penting terhadap penerimaan masyarakat dan perkembangan Pergerakan Arts and Crafts ialah munculnya berbagai medium dan pendekatan penyebaran ide oleh mereka. Usaha memajukan bidang penerbitan misalnya, bukan saja dilakukan atas kepentingan komersil tetapi juga dimanfaatkan bagi tujuan menyebarkan ideologi dan falsafah mereka dengan bentuk pergerakan tersebut.


 

Art Nouveau

Filed under: 7 aliran desain,Art Noveau — fabolousse7entd1 @ 2:07 pm

Art Nouveau

Art Nouveau atau seni baru adalah sebuah aliran seni yang memiliki gaya dekoratif tumbuhan (flora) yang meliuk-liuk. Aliran ini muncul di Eropa dan Amerika mulai tahun 1819 hingga menjelang perang dunia pertama (1914). Namun pendapat lain mengatakan Art Nouveau berakhir tahun 1920 oleh klasisisme pasca perang. Pada dasarnya aliran ini muncul sebagai sebuah reaksi terhadap industrialisasi dan mesin yang dianggap menghilangkan sifat manusiawi dalam seni dan pembuatan barang-barang kebutuhan manusia. Oleh karena itu ukiran dan ulir flora yang dibuat juga cenderung tampil ‘berlebihan’ untuk menekankan keterampilan yang sifatnya sangat emosional. Gaya ini diaplikasikan dalam seni, arsitektur, furniture serta perabot logam dan ilustrasi buku serta berbagai barang cetakan.

Gaya Art Nouveau pada awalnya dimaksud sebagai sebuah seni yang dapat dinikmati oleh orang kebanyakan (popular art) namun pada kenyataannya lebih banyak diterapkan dalam seni dan barang-barang untuk konsumsi orang-orang kaya. Berbagai penemuan dan perkembangan teknologi yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, pada akhirnya akan mempengaruhi pula kehidaupan sosial budaya serta kondisi psikologisnya, termasuk juga rasa akan keindahan yang terungkap dari munculnya berbagai aliran dalam seni. Munculnya berbagai aliran dalam seni ini kemudian diapresiasi dan mempengaruhi pula rasa estetis masyarakat luas. Oleh karena itu untuk memahami perkembangan desain tidak lepas dari bagaimana perkembangan seni dan berbagai aliran seni yang muncul. Menjelang dan selama munculnya Revolusi Industri, bermunculan pula berbagai aliran seni lain selain Art and craft movement dan Art Nouveau.

Art Nouveau muncul pertama kali di Prancis dan sering disbut sebagai seni baru, merupakan sebuah aliran seni yang memiliki gaya dekoratif tumbuhan(flora) yang memiliki karakteristik ‘meliuk-liuk’. Pada dasarnya, aliran ini muncul sebagai sebuah bentuk reaksi terhadap industrialisasi dan gaya mesin yang dianggap dapat menghilangkan sifat manusiawi dalam kehidupan manusia. Aliran ini menganggap mesin dan teknologi telah mengambil alih dan mendominasi kehidupan manusia, maka dari itu ukiran dan ulir flora pun dibuat cenderung ‘berlebihan’ untuk menekankan keterampilan yang sifatnya sangat emosional. Art nouveau juga merupakan suatu pergerakan seni dalam seni barat dan juga desain yang mencapai puncaknya pada tahun 1890an dan berkembang sampai keseluruh wilayah Eropa.

Aliran Art Nouveau banyak diterapkan pada bidang seni lukis, arsitektur, furnitur, perabot logam, perhiasan, dan ilustrasi buku serta berbagai barang yang dicetak.Nama Art Nouveau diambil dari sebuah took atau galeri seni di Perancis dengan nama “Maison the I’art Nouveau” (House of New Art) yang dibuka tahun 1895 oleh Siegfried Bing.

 

Nama Art Nouveau diambil dari nama sebuah took di Paris yang dibuka tahun 1895 oleh Siegfried Bing. Di Eropa aliran ini menggunakan beberapa nama:

– Jerman : Jugendstil (gaya muda) dari nama sebuah majalah Die Jugend.

– Austria : Vinna Secession

– Italia : Stile Liberty

– Spanyol : Modernista

-Inggris : Glassgow School

Tokoh-tokoh Art Nouveau

– Charles Rennie Mackintosh (Inggris)

– Henry Van De Velde (Ausria)

– Antoni Gaudi (seorang Arsitek Spanyol_

– Felix Bracquemond (1833-1914; Perancis)

– Eugene Grasset (1845-1917; Swiss atau Perancis)

 

Beberapa karya constructivism

Filed under: 7 aliran desain,Constructivism — fabolousse7entd1 @ 1:46 pm

rodchenko-suit-27.jpgmenara-tatlin.jpgrusian-constructivism.jpg15232.jpgjordin_inout.jpggun.giftatlin-relief.jpg

 

Beberapa karya Bauhaus

Filed under: 7 aliran desain,Bauhaus — fabolousse7entd1 @ 12:16 pm

e.jpgbauhaus-refectory.jpgbauhaus-cafe-2-seattle-june-2005.jpggerman-stamp-commemorating-bauhaus-teacher-and-artist-joseph-albers.jpgmarcel-breuer-chair-one-of-the-very-first-tubular-steel-chairs-designed-in-1925-bauhaus-archives.jpg800px-bauhaus-dessau_main_building.jpg29169043_db2b39127e.jpgds.jpg244871071_ab6cd7b329.jpg15086176_698edbe4d7.jpg430637647_098949bb70.jpgA Bauhaus designed staircase in SFB Berlin radio stationuntitled.jpg966181116_0d7159e97d.jpg007-bauhaus.jpg113532425_086e841656.jpg225598493_bf8c58374a.jpgetwt.jpgbauhaus-meisterhauser-in-dessau-entworfen-von-walter-gropius-bauhaus-houses-in-dessau-constructed-by-walter-gropius.jpggerman-stamp-commemorating-bauhaus-teacher-and-artist-moholy-nagy.jpg

 

Bauhaus

Filed under: 7 aliran desain,Bauhaus — fabolousse7entd1 @ 12:07 pm
Bauhaus
Jalan Menuju Era Modern

Bauhaus adalah sebuah ikon dari perkembangan Seni dan Arsitektur yang lahir akibat revolusi industri di daratan Eropa pada awal abad 20. Seni dan Arsitektur Bauhaus merupakan aliran dengan ideolog Perdamaian antara Seni dan Industri. Kelahiran Bauhaus didahului dengan terbentuknya Deutscher Werkbund pada 9 Oktober 1907 di Munchen, Jerman, yang digagas oleh 2 (dua) arsitek, Theodor Fischer dan Hermann Mutheseus.

Deutscher Werkbund adalah nama kelompok diskusi yang terdiri dari seniman muda, arsitek muda, penulis muda, pengrajin muda dan kalangan industri, yang pada awal berdirinya, kelompok ini beranggotakan 12 seniman dan 12 pemilik industri dan dianggap kelompok kelas menengah waktu itu.

Mereka ingin mencari solusi untuk meningkatkan kualitas produk-produk desain Jerman. Selain itu, diskusi ini juga mengarah pada usaha melepaskan diri dari idiom-idiom desain konservatif yang telah berkembang di daratan Eropa, termasuk Jerman selama berabad-abad, sehingga Deutscher Werkbund dikenal sebagai pionir Modernism dalam ranah arsitektur. Henry-Russel Hitchcock dan Philip Johnson lantas mempopulerkan Deutscher Werkbund sebagai The International Style pada pameran Arsitektur Modern di The Museum of Modern Art, New York, 1932.

Akibat perbedaan ideologi, pada 1914 Deutscher Werkbund terpecah dua, menjadi kelompok Typisierung yang dipimpin Peter Behrens dan Mutheseus serta kelompok Kunstwollen yang dipimpin oleh Henry van de Velde, Hugo Haering, Hans Poelzig dan Bruno Taut. Arsitek muda Walter Gropius termasuk dalam kelompok Kunstwollen yang pada akhirnya mendirikan Bauhaus di kota Wiemar, Jerman, pada 1919. Kota Wiemar adalah sebuah Acropolis (Negara-Kota) berbentuk republik yang baru saja berdiri.

Bauhaus merupakan hasil penggabungan dari 2 (dua) sekolah seni; Kunstgewerbeschule (Grand-Ducal Saxon School of Arts and Crafts) dan Hochschule fuer Bildendekunst (Grand-Ducal Saxon Academy of Fine Arts). Sistem pendidikan Bauhaus pada awalnya menyerupai sistem yang terdapat pada kuil-kuil Budha Shaolin dengan tema sentralnya di bidang desain. Para mahasiswa diberi pendidikan desain dengan metoda kerja-praktek yang diseling ritual latihan pernafasan, latihan fisik, meditasi, dan vegetarian serta memanfaatkan bengkel praktek dan kantin sebagai pusat interaksi sosial antarwarga Bauhaus, terutama antara master dan murid.

Sistem ini diperkenalkan oleh Johannes Itten–seorang pelukis modern–yang bergabung sebagai pengajar di Bauhaus pada 1920 dan membina mahasiswa baru dalam kuliah-kuliah pendahuluan. Itten sebelumnya pernah belajar ilmu kebatinan dalam filsafat timur Persia Kuno. Metoda pendidikan yang berbau mistik ini berlangsung sampai Itten berhenti dari Bauhaus pada 1923.

Kelahiran Bauhaus ditandai dua hal. Selain tuntutan dunia industri terhadap masalah-masalah desain yang lebih fleksibel dan bisa diproduksi secara massal, juga didorong revolusi desain dari kemunculan tren Gaya Art-Deco di Paris, Prancis, dan kelompok De-Stijl di Rotterdam, Belanda, pada periode yamg sama.

Bauhaus lebih mengutamakan kepada penciptaan prinsip-prinsip dasar desain modern sedangkan Art-Deco lebih kepada hasil penerapannya. Tapi keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu menjadikan karya desain sebagai milik semua kalangan masyarakat. Tidak terbatas pada kaum aristokrat. Sehingga dalam perkembangannya sulit dipisahkan pengaruh Bauhaus terhadap desain bergaya Art-Deco, terutama dibidang seni lukis, desain furnitur, desain tekstil dan fashion.

Revolusi desain oleh Bauhaus berintikan penolakan secara formal terhadap sejarah seni yang disebut anti-historism pada masyarakat yang sangat konservatif–antitesis dari lembaga yang sama di Paris, Prancis, Ecole des Beaux Arts yang mengutamakan pendidikan sejarah seni–dan hal inilah yang memberi pengaruh sangat besar terhadap perkembangan desain dan industri di dunia sampai saat ini.

Seni Bauhaus

Pada awal berdirinya, Bauhaus memfokuskan diri pada masalah seni dan kerajinan, sehingga para pengajar di Bauhaus didominasi seniman dan perajin, terutama pelukis modern dibanding arsitek, walaupun pendirinya arsitek muda kawakan. Tokoh-tokoh seni di Bauhaus diantaranya Paul Klee, Oskar Schlemmer, Wassily Kandinsky, El Lissitzky, Lazlo Moholy-Nagly, Marcks, Feinninger, Munche Schlemmer, dan Johannes Itten. Mereka dikenal sebagai Master of Form dan kebanyakan berasal dari Rusia.

Karya seni lukis Bauhaus kebanyakan berbentuk kubisme dan ekspresionisme yang merupakan pengaruh dari pelukis modern Rusia bergaya konstruktivisme. Pesatnya perkembangan industri dan meningkatnya kebutuhan alat rumah tangga–seiring perubahan dari tatanan masyarakat agraris ke masyarakat industri akibat dari revolusi industri–desain produk seperti furnitur dan alat rumah tangga lain yang kebanyakan didominasi bahan metal, kulit dan kaca, mulai mendapat perhatian di Bauhaus

Eksperimen bentuk untuk produk-produk industri dikenalkan oleh tokoh muda Bauhaus, Josef Albert (1888-1976). Untuk produk furnitur, yang paling menonjol dan masih diproduksi sampai sekarang adalah karya desainer Marcel Bruer diantaranya Wassily Chair dan B32 Chair. Seni Bauhaus tetap menjadi literatur para desainer, baik dibidang furnitur, seni lukis, desain mode dan fashion sampai saat ini.

Arsitektur Bauhaus

Pada awal berdirinya Bauhaus di kota Wiemar, bidang arsitektur belum mendapat perhatian khusus. Para arsitek yang terlibat dalam ‘kuil desain’ Bauhaus hanya membicarakan arsitektur pada skala cabang-cabang desain berupa desain material bangunan. Setelah kepindahan Bauhaus dari kota Wiemar ke kota Dessau 1926, baru bidang arsitektur mendapat perhatian khusus.

Hal ini mulai terlihat pada kampus baru Bauhaus di Dessau yang didesain oleh Walter Gropius dengan penampilan bangunan berbentuk kubus dengan atap datar serta a-simetris dan tanpa ornamentasi, yang sebenarnya mulai menjadi tren di Jerman waktu itu. Komponen bangunan terdiri dari pre-pabrikasi beton, beton bertulang, kaca dan metal dalam bentuk produksi massal.

Gedung Bauhaus yang baru ini terdiri dari ruang studio, bengkel seni, teater, auditorium, gymnasium, ruang dosen dan kantin serta kantor berpraktek arsitek bagi Walter Gropius. Pada 1927 baru didirikan jurusan arsitektur yaitu setahun setelah pindah ke Dessau. Ketika kepemimpinan Bauhaus beralih dari Walter Gropius ke Hannes Meyer–seorang arsitek Swiss kawakan–pada 1928 program pendidikan arsitektur lebih terfokus pada permasalah kota, yaitu berdasarkan realitas sosial yang ada dimana terjadi permintaan akan pemukiman bagi para pekerja pabrik akibat pertumbuhan industri. Sehingga arsitektur yang tampil adalah berupa bagunan sederhana, murah dan dapat dibongkar pasang, termasuk furniturnya.

Pada periode ini terdapat para pengajar bidang perkotaan antara lain Mart Stamp, Ludwig Hilberseimer dan Hannes Meyer sendiri. Dari 1930-1932 terjadi kemunduran berarti di Bauhaus yaitu pada masa kepemimpinan Ludwig Mies van der Rohe. Pada 1933 Bauhaus pindah ke kota Berlin dan ditutup pada tanggal 10 Agustus 1933 oleh pemerintahan NAZI. Tokoh-tokoh Bauhaus banyak yang berimigrasi ke Amerika Serikat termasuk Mies van der Rohe yang kembali menemukan popularitasnya di sana dengan menjadi pimpinan Illinos Institute of Technology di Chicago. Tokoh sentral Bauhaus yang tetap dikenang sampai sekarang dalam pendidikan arsitektur adalah Walter Gropius dan Hannes Meyer.

Daya tarik dan nama besar Bauhaus telah membuat Yayasan Bauhaus di Dessau kembali mendirikan sekolah yang bernama Bauhaus Kolleg pada 1999, tetapi nafasnya sangat jauh berbeda dan semangat ini lebih kepada romatisme terhadap Bauhaus. Perlu dipahami bahwa pengertian arsitektur Bauhaus tidak terbatas pada jurusan arsitektur yang ada di Bauhaus, tetapi karya-karya arsitektur yang lahir bersamaan dengan Bauhaus yaitu dari arsitek yang aktif di Deutscher Werkbund.

Arsitek-arsitek yang karyanya dianggap berideologi Bauhaus antara lain; arsitek Peter Behrens dengan karya AEG Turbin factory Assembly Hall (di Berlin 1908-1909), arsitek Hans Poelzig dengan karya Sulphuric Acid Factory (di Luban, 1911-1912), arsitek Walter Gropius, Adolf Meyer dan Edward Werner dengan karya Fagus Shoe last Factory (di Leine, 1910-1914), arsitek Erich Mendelsohn dengan karya Einstein Tower (di Postdam, 1920-1921) dan Schocken Department Store (di Stuttgart, 1926-1928), arsitek Fritz Hoger dengan karya Chile House (di Hamburg, 1922-1924), arsitek Adolf Loos dengan karya Goldman & Salalsch Building (di Vienna, 1909-1911), dan arsitek Bruno Taut dan Martin Wagner dengan karya Britz Estate (di Berlin, 1925-1927).

Pada dasarnya arsitektur Bauhaus bercirikan denah yang signifikan dengan aktifitas dan fungsi antar ruang yang saling berkaitan–yang kebanyakan berupa bangunan pabrik–terbebas dari aturan gaya arsitektur dan ornamentasi. Selain itu juga berupa bangunan tinggi dengan mengekspos tangga atau elevator serta berdinding kaca. Dalam ranah arsitektur, pengaruh Bauhaus masih terasa sampai sekarang, karena Bauhaus telah berhasil membebaskan arsitektur dari tradisi lama berwujud greeko-roman yang historism, serta membuka jalan bagi perkembangan arsitektur modern. Walaupun sesudahnya mendapat kritikan yang tajam terhadap perkembangan arsitektur modern dengan stream–The International Style. Bagaimanapun Bauhaus telah menjadi pencetus ideologi baru di bidang desain, meskipun umurnya tidak begitu panjang. Termasuk terhadap perkembangan desain pada seni dan arsitektur di Indonesia.

1919, Bauhaus

Bauhaus dibuka pada tahun 1919 di bawah arahan arsitek terkenal Walter Gropius. Sampai akhirnya harus ditutup pada tahun 1933, Bauhaus memulai suatu pendekatan segar untuk mendisain mengikuti Perang Duni Pertama, dengan suatu gaya yang dipusatkan pada fungsi bukannya hiasan.